UPAYA PENCAPAIAN VISI PENDIDIKAN INDONESIA 2035 DI TENGAH PANDEMI Oleh Ani Anggraini, S.Pd*)

0
27

Kasus korona atau istilah kerennya Covid-19(Corona Virus Disease 19)di Indonesia masih menjadi salah satu trending topik, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Mungkin banyak yang tak mengira  wabah korona ini begitu dasyat merubah banyak hal di negara kita, salah satunya adalah dunia pendidikan. Saya pribadi sampai sekarang masih sering bertanya dalam hati, sebegitu berbahayakah virus ini sampai-sampai guru dan peserta didik tidak bisa berinteraksi di dalam kelas? Bagaimana guru bisa mengajarkan pengetahuan, keterampilan, menilai, mengevaluasi dan memberikan pendidikan karakter ditengah situasi yang tak menentu ini?

Ditengah kegalauan para guru dan peserta didik akan kelanjutan kegiatan KBM, dan dalam rangka menyambut tahun Pelajaran baru 2020/2021, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut seperti memberikan angin segar dengan mengadakan kegiatan Webinarbertemakan“Mengelola Kurikulum, Pembelajaran, dan Penilaian Dimasa Pandemi Covid-19”. Adapun narasumber kegiatan adalah Bapak Dr. Zaenal Fanani, M.Ed dari LPMP Prop. Kalimantan Selatan. Moderator kegiatan adalah Bapak Maslani, S.Pd, Kasi Kurikulum Disdikbud Tala, dan host kegiatan adalah Bapak Ahmad Muzani, S.Ag,M.PdI.

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Kita harus mencari sebuah model baru, cara baru, nilai-nilai baru dalam mencari solusi dari setiap masalah dengan inovasi-inovasi. Hal ini sangat erat hubungannya dengan visi Pendidikan Indonesia 2035, yaitu membangun rakyat Indonesia untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera, dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila.

Saat ini teknologi sangat jauh berkembang, sehingga memaksa kita untuk mengembangkan kemampuan (upgrading) dalam penguasaan teknologi dan informasi. Ini yang banyak dibahas dalam kegiatan webinar. Ketidakmampuan guru melaksanakan KBM di dalam kelas mau tidak mau harus digantikan oleh kecanggihan teknologi, sehingga KBM dapat dilaksanakan secara daring, luring, maupun kombinasi daring dan luring, atau istilah yang sering kita dengar adalah pembelajaran secara online. Arah kurikulum juga disederhanakan, fleksibel, dan berorientasi pada kompetensi. Sekolah dipersilahkan mengatur kegiatan sesuai dengan kondisi sekolah dan kebutuhan siswa dengan mengacu pada KTSP masing-masing sekolah.

Lalu, kegiatan pembelajaran seperti apa yang diharapkan agar visi Pendidikan Indonesia 2035 dapat tercapai? Tentu ini berhubungan dengan penggunaan berbagai sarana teknologi dan informasi agar peserta didik di Indonesia akan menjadi pembelajar yang unggul dan berkembang sesuai tuntutan zaman.

Hal yang menarik bagi saya dalam kegiatan webinar ini adalah bahwa meskipun pembelajaran tidak bisa dilaksanakan di sekolah, hendaknya tetap berlangsung dengan pola pembelajaran bermakna. Seperti apa sih pembelajaran yang bermakna itu? Yang bisa saya tangkap dari penjelasan narasumber adalah, sebagai seorang guru kita harus berusaha menyajikan materi pembelajaran yang bisa mendorong para peserta didik untuk berpikir kritis dan kreatif, mampu menemukan, menalar, dan memecahkan berbagai masalah yang berhubungan dengan tugas-tugas yang diberikan oleh guru, tidak hanya terbatas pada kemampuan mengingat dan menyebutkan saja. Untuk kegiatan evaluasi diharapkan guru bisa memberikan materi soal berupa uraian dengan bentuk pertanyaan mengapa, bagaimana, yang mendorong siswa mengaktifkan kemampuan berpikir dan menalar mereka, adapun soal-soal pilihan ganda diminimalisir agar kualitas soal menjadi lebih baik.

Bagaimana dengan penguatan pendidikan karakter sendiri? Saya pribadi berpendapat, dalam kondisi dimana siswa harus belajar di rumah maka yang berperan dalam pendidikan karakter adalah orang tua. Peserta didik mempunyai waktu jauh lebih banyak untuk berinteraksi dengan orang tuanya di rumah. Kerja sama antara guru dengan orang tua sangat penting untuk meningkatkan perkembangan karakter siswa. Komunikasi yang intens antara guru dengan orang tua diharapkan akan membantu dalam perkembangan karakter baik dalam diri peserta didik.

Tentunya kita sadar banyak kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan KBM secara online. Hal ini dikarenakan perbedaan kondisi daerah, sekolah,kemampuan guru dan peserta didik, keterbatasan jaringan internet dll. Oleh karena itu pemerintah memberikan kebijakan, yaitu dengan menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah untuk mengelola kegiatan KBM, guru-guru diberi keleluasaan dalam memilih materi ajar dan standar capaian fokus pada kompetensi, bukan tuntutan kurikulum. Dengan tekad dan semangat serta usaha yang berkelanjutan suatu saat kita akan sampai pada titik keberhasilan.

*) Peserta webinar pendidikan yang dilaksanakan oleh Disdikbud Tanah Laut, Rabu, 1 Juli 2020, guru Bahasa Inggris dari UPTD SMPN 1 Pelaihari, Tanah Laut, Kalsel.

Views All Time
Views All Time
16
Views Today
Views Today
1
Previous articleSECUIL ASA DARI PANDEMI oleh Shaddha Antani MK, S.Pd *)
Next articleHealthcare Revenue Cycle Management and COVID-19: Coronavirus Impact & Management Strategies
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY