UPTD SMPN 8 PELAIHARI “ YANG MUDA, YANG PRESTASI”

0
14

Menjadi sekolah yang berprestasi tidak mesti harus menjadi sekolah yang berusia tua atau lama operasional dulu. Sekolah yang masih relatif baru pun dapat meraih banyak prestasi, asal kepala sekolah, guru, siswa, komite sekolah, dan komponen lainnya yang ada dan peduli dengan sekolah bersinergi dan kompak untuk memajukan sekolah. Kenyataannya, di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut, ada sekolah yang relatif baru atau muda belia sudah mampu meraih banyak prestasi selama ini, yaitu UPTD SMPN 8 Pelaihari.

Lokasi UPTD SMPN 8 Pelaihari berada di Desa Bumi Jaya Kecamatan Pelaihari, yang berjarak sekitar 4 kilometer dari Kota Pelaihari. Desa Bumi Jaya tersebut memang merupakan salah satu desa yang berasal dari UPT transmigrasi yang telah berubah menjadi sebuah desa yang berkembang pesat, bahkan dapat dikatakan sebagai salah satu desa transmigrasi yang berhasil menjadi desa maju dan mandiri di Kabupaten Tanah Laut. Dengan berlokasi di desa yang relatif pemerintahan desa dan masyarakatnya sudah maju, maka tentu hal tersebut menjadi salah satu keunggulan komperatif UPTD SMPN 8 Pelaihari, disamping sarana dan prasarana dan fisik bangunan  sekolah yang relatif lengkap.

Berdasarkan profil sekolah, bahwa UPTD SMPN 8 Pelaihari yang relatif baru, karena dibangun pada tahun 2016 lalu, dan mulai operasional pada tahun pelajaran 2016/2017 berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Laut Nomor 503 Tahun 2016 tertanggal 06 Mei 2016. Dari informasi dalam profi sekolah, UPTD SMPN 8 Pelaihari merupakan sekolah yang dibangun dari dana bantuan Australia, sehingga bangunan sekolah tersebut sudah cukup lengkap dan memenuhi standar bangunan sekolah pemerintah.  Jumlah peserta didik di sekolah ini pada tahun pelajaran 2019/2020 sebanyak 101 orang yang diasuh oleh guru sebanyak 10 orang dan tenaga kependidikan sebanyak 3 orang.

Melihat lebih jauh prestasi UPTD SMPN 8 Pelaihari sampai saat tulisan ini diangkat, ternyata telah cukup banyak mengukir prestasi yang membanggakan bagi warga sekolah, terutama prestasi non akademik. Dari pencapaian prestasi non akademik tersebut menggambarkan adanya proses pembinaan oleh kepala sekolah, guru pembimbing, dan pembina kegiatan ekstrakurikuler dinilai telah berhasil. Beberapa hasil capaian prestasi non akademik atau kegiatan ekstrakurikuler antara lain  dalam kegiatan Pramuka, keagamaan, seni, olahraga, dan sebagainya.

Menjadi sekolah yang banyak meraih prestasi tidak mesti harus menjadi sekolah yang sudah tua atau lama berdiri , namun bagi sekolah-sekolah yang relatif baru pun dapat meraih prestasi sejak dini atau muda. Hal tersebut sudah dibuktikan oleh UPTD SMPN 8 Pelaihari yang dipimpin oleh Akhmad Rifa;i, S.Pd yang bertugas selaku kepala sekolah sejak sekolah tersebut berdiri dan operasional.  Kejar prestasi selagi muda, tidak perlu menunggu saat usia dewasa apalagi sudah tua. Kalau selagi muda mampu berprestasi, mengapa tidak? Yang muda yang berprestasi.

 

Views All Time
Views All Time
18
Views Today
Views Today
1
Previous articleFenomena “Prank” dan Tantangan Dunia Pendidikan Di Era Revolusi Industri 4.0
Next articleJalan Santai MTsN 3 Mataram
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY