WAJAH BARU PANTAI TAKISUNG

0
40

Cukup lama penulis tidak berkunjung ke objek wisata andalan Kabupaten Tanah Laut, yaitu Pantai Takisung.  Ada hampir setahun tidak berkunjung ke pantai ini, meski dari rumah penulis tidak sampai satu jam perjalanan dengan mobil atau sepeda motor, karena jaraknya sekitar 25 km dari rumah penulis di Pelaihari, Ibukota Kabupaten Tanah Laut. Ketika penulis bersama keluarga, yaitu isteri dan ketiga anak penulis berkenjung ke Pantai Takisung pada sore Sabtu, 15 Juni 2019, wajah Pantai Takisung ini sudah jauh berbeda dari sebelumnya penulis lihat.

Wajah atau tampilan lokasi objek wisata Pantai Takisung selama beberapa bulan terakhir ini ternyata sudah mengalami perubahan yang signifikan. Beberapa waktu sebelumnya, lokasi pantai ini dipadati oleh lapak atau warung pedagang kaki lima yang sangat menggangu pemandangan dan keasrian pantai tersebut, karena lapak atau warung tersebut berada dalam lokasi pantai. Sementara itu, luas lokasi objek wisata Pantai Takisung ini relatif sempit sehingga dengan lapak atau warung yang tidak teratur dan relatif banyak tersebut memakan lokasi pantai yang relatif banyak.

Seiring dengan perubahan kepemimpinan daerah di Kabupaten Tanah Laut, pembenahan objek wisata Pantai Takisung yang merupakan milik daerah ini pun dilakukan. Penataan pedagang kali lima yang berjualan cukup lama di lokasi pantai menjadi program utama pemerintahan yang baru, karena penataan pedagang yang relatif lama berjualan di pantai inisebuah tantangan tersendiri. Kini, pedagang kaki lima yang menjaul pernak pernik dan oleh-oleh sudah ditata sedemikian rupa di sekitar parkiran mobil dan sepeda motor yang berada di seberang jalan pantai. Telah lama dibangunkan lapak atau toko yang relatif permanen untuk pedagang sekitar Pantai Takisung, dan baru sekarang ini ditempati dan dimanfaatkan oleh pedagang sebagaimana mestinya.

Beberapa fasilitas baru yang penulis lihat di objek wisata Pantai Takisung, seperti adanya tempat untuk spot untuk foto selfi yang cantik dengan latar belakang laut nan luas, tenpat duduk yang permanen dan beratap, taman bermain untuk anak-anak, dan sebagainya. Kondisi lokasi objek wisata pantai tertua di Kalimantan Selatan ini sudah cukup refresentatif dan mampu mengikuti perkembangan selera kaum milenial yang tidak daoat jauh dengan  gadget atau gawai untuk berselfi ria. Kondisi cuaca pada sore hari itu yang teduh dan tidak berangin membuat suasan pantai menjadi nyaman untuk dinikmati sambil menunggu mentari tenggelam di ufuk barat.

Pantai Takisung ini menjadi objek wisata favorit warga Kalimantan Selatan dan sekitarnya, karena letaknya yang relatif dekat dari Pelaihari, Ibukota Kabupaten Tanah Laut, dan lokasi berada dekat dengan kampung dan jalan raya. Selain itu, kondisi jalan menuju ke objek wisata pantai ini beraspal mulus dan relatif lebar, sehingga tidak heran jika pada masa libur akhir dan awal tahun baru dan libur lebaran menjadi tujuan utama masyarakat dari berbagai penjuru daerah di Kalimantan Selatan dan sekitarnya.  Dengan adanya wajah baru objek wisata Pantai Takisung ini diharapkan semakin menambah banyak para pelancong atau pengunjung datang ke pantai ini. Semoga.

###1514###

Views All Time
Views All Time
40
Views Today
Views Today
1
Previous articleMENYOAL MENGAPA GURU HARUS DISERTIFIKASI ?
Next articleSAGUSAKU IGI SIAP EKSIS DENGAN 1000 PENULIS
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY