WEBINAR, MENUJU PENDIDIKAN LEBIH BERSINAR Oleh : Husni Mubarak, M. Pd, UPTD SMP Negeri 8 Pelaihari, Tanah Laut, Kalsel

0
20

Hari Rabu, 1 Juli 2020 adalah hari yang paling saya tunggu. Yaa, tentu saja karena hari itu adalah hari pelaksanaan acara yang sangat membahagiakan, yaitu acara Webinar Pendidikan Menyambut Tahun Pelajaran Baru 2020/2021 dengan tittle “MENGELOLA KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN PENILAIAN DIMASA PANDEMI COVID -19”, dengan menghadirkan nara sumber secara virtual yaitu bapak Dr. Zaenal Fanani, M. Ed, yang sekarang beliau menjabat sebagai Plt. Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Selatan.

Acara ini juga didukung sepenuhnya oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten (Disdikbud) Tanah Laut melalui Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang Bina Dikdas, bapak Maslani, S. Pd serta sambutan dan arahan acara nanti oleh Plt. Kepala Disdikbud Tanah Laut dan juga didukung pihak-pihak yang berkompeten yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Alhamdulillah, pendaftaran alias registerasi peserta berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Adapun aplikasi virtual yang digunakan dalam acara ini adalah ZOOM CLOUTH MEETING. Menurut pengalaman saya pribadi, aplikasi ini sangat mudah digunakan dan ringkas alias praktis serta mudah dipahami yang terbukti dengan banyaknya peserta yang mengunduh aplikasi ini kemudian joint dalam acara ini.

Memasuki acara, dimulai dengan ucapan salam dari host yaitu bapak Ahmad Muzani, M. Pd. I (pengawas PAI, Disdikbud Tanah Laut) yang dilanjutkan dengan pembacaan do’a kemudian acara dilanjutkan oleh moderator acara yaitu apak Maslani, S. Pd. Acara berikutnya adalah sambutan dan arahan dari Plt. Kepala Disdikbud Tanah Laut, bapak Jamaluddin, M. Pd.

Puncak acara yang ditunggu-tunggu pun tiba yaitu ulasan materi “MENGELOLA KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN PENILAIAN DIMASA PANDEMI COVID -19” yang disampaikan oleh bapak Dr. Zaenal Fanani, M. Ed. Dalam ulasan materi ini, antara lain beliau menyampaikan pendidikan yang berwawasan kompetensi disamping penguasaan materi. Dalam uraian materi ini, beliau juga menjelaskan tentang merdeka belajar bagi siswa/i untuk menyatakan pendapat.

Beliau juga menyampaikan batasan atau zona tatap muka bagi yang ingin melaksanakan pendidikan secara tatap muka yaitu zona hijau. Tapi beliau juga mengingatkan, walaupun suatu daerah dinyatakan masuk dalam zona hijau, apabila orang tua dari siswa/i keberatan, maka pembelajaran tatap muka langsung tidak boleh dilaksanakan dan juga materi-materi lain yang sangat bermanfaat.

Di sesi akhir adalah sesi tanya jawab. Peserta acara diberi waktu untuk bertanya seputar materi yang sudah diulas oleh nara sumber. Beberapa orang yang bertanya di antaranya adalah bapak Iriansyah, M. M. Pd selaku kelapa UPTD SMPN 2 Batu Ampart. Ada juga pertanyaan dari bapak Akhmad Rifa’i, S. Pd, selaku kepala UPTD SMPN 8 Pelaihari. Dari guru di bawah Kemenag ada ibu Istri Sakti Andayani (guru), kemudian ada juga bapak Suwoto, S. Pd (pengawas), dan juga peserta lainnya.

Acara ini benar-benar sangat bermanfaat bagi para peserta dan juga secara pribadi untuk saya serta juga terutama bagi para guru pendidik agar lebih meningkatkan kualitas, kapasitas, kapabilitas dalam dunia pendidikan, khususnya di kabupaten Tanah Laut. Semoga

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Views All Time
Views All Time
18
Views Today
Views Today
1
Previous articleSISI LAIN COVID-19 Oleh Febri Indra Wahyudi, UPTD SDN 1 Bumi Asih, Tanah Laut, Kalsel
Next articleMateri PLS (Belajar Efektif)
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY