Zakat Fitrah Pembersih Diri

0
21

Musi Rawas, MaNews
Selain kewajiban berpuasa, satu lagi kewajiban setiap muslim yang harus di laksanakan di bulan Ramadhan ini yaitu membayar Zakat Fitrah. Hal ini diungkapkan oleh Kepala MAN 1 Musi Rawas (Mansamura) Buchari, S.Ag saat memberikan pengarahan di hadapan guru, pegawai dan siswa dalam Program Mansamura Berzakat bertempat di Ruang Aula. Selasa (28/5)

Dikatakannya, zakat merupakan kewajiban setiap individu (jiwa) mulai dari yang belum aqil baligh sampai dengan yang tua renta sekalipun. Sepanjang masih hidup di dunia ini maka hukumnya wajib membayar zakat fitrah bagi kita sebagai seorang muslim selain menjalankan ibadah sholat dan puasa. Zakat merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan.

“Setiap muslim wajib mengeluarkan zakat. Zakat fitrah itu merupakan pembersih diri. Tidak terkecuali, miskin atau kaya. Masih kecil atau sudah tua, semuanya wajib mengeluarkan zakat di bulan Ramadhan,” katanya

Lebih lanjut diterangkannya, zakat fitrah wajib dikeluarkan sampai sebelum sholat idul fitri ditegakkan. Meski diperbolehkan, namun anggota IGI Kota Palembang ini menyarankan sebaiknya paling lambat di akhir Ramadhan. Jangan sampai sudah masuk idul fitri.

Untuk besaran zakat fitrah umumnya standar yang digunakan di Indonesia ini adalah 2,5kg beras per jiwa. Jika diuangkan, maka tahun 2019 ini sesuai ketetapan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Musi Rawas sebesar Rp.27.000,-

“Tahun ini besarannya adalah Rp.27.000,- jika dalam bentuk uang. Kita mengacu kepada hasil keputusan Kankemenag kita,” ungkapnya

Pelaksanaan zakat fitrah di Mansamura dikoordinir oleh unit pengumpul zakat yang terdiri dari para pengurus OSIS, dan hari ini (28/5) dari hasil pengumpulan zakat terkumpul dana sebesar Rp. 1.600.00,- dan beras 7,5kg.

Untuk itu pengumpulan zakat fitrah ini terus dilakukan agar nanti dapat membantu meringankan beban para orang tua siswa yang masuk kategori delapan asnap mustahiq zakat dan para masyarakat di sekitar madrasah.(sy)

  • Penulis / editor : Imam Syafii (Guru MAN 1 Musi Rawas)
Views All Time
Views All Time
62
Views Today
Views Today
1
Previous articleNafas Kehidupan
Next articleCatatan Ramadhan: Berbagi Zakat (Bag.1)
Imam Syafii, M.Si. Guru di MAN 1 Musi Rawas Prov. Sumatera Selatan. Lahir di Desa Tebat Jaya, BK 0 (OKU Timur-Sumsel) 22 Pebruari 1978. Pendidikan dasar saya tempuh pertama kali di SDN Inpres Balikpapan Kalimantan Timur pada tahun 1984 hingga kelas 3 dan melanjutkan pendidikan dasar kelas 4 di SDN Patok Songo Kec. Buay Madang Kab. OKU Timur- Sumsel lulus tahun 1990. Kemudian melanjutkan ke MTsN Martapura Kab. OKU Timur lulus pada tahun 1993. Pendidikan menengah atas saya tempuh di Pondok Pesantrean Nurul Huda Sukaraja Kec. Buay Madang Kab. OKU Timur di MA Nurul Huda Jurusan A3 (Biologi) lulus pada tahun 1996. Saya menlanjutkan Pendidikan S1 di Universitas Lancang Kuning Pekanbaru-Riau jurusan Agronomi dan meraih predikat lulusan terbaik pada tahun 2001. Setelah enam bulan menjalani profesi sebagai asisten dosen memperoleh kesempatan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Riau untuk melanjutkan Pendidikan Pascasarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB-Bogor) masuk tahun 2002 dan lulus pada tahun 2004. Profesi guru saya jalani sejak lulus dari Bogor dengan menjadi guru honorer di MTsN 1 Muara Kelingi, di SMAN 1 Muara Kelingi, di MA Hidayatullah Muara Kelingi , SMAN Karya Sakti Kec. Muara Kelingi, MAN Muara Kelingi, SMAN 2 Muara Kelingi Kab. Musi Rawas. dI Tahun 2008 saya mendapatkan SK Bupati sebagai Guru TKS di SMAN 1 Muara Kelingi, dan di tahun 2009 kuliah kembali mengambil program Akta IV Pendidikan Biologi di Universitas Bengkulu dan pada tahun 2014 mendapatkan SK sebagai PNS di MAN 1 Musi Rawas.

LEAVE A REPLY